Minggu, 20 Maret 2016

Faktor lokasi dan orientasi industri

Faktor lokasi dan orientasi industri

Faktor yang sangat menunjang terhadap maju atau tidaknya suatu industri adalah faktor lokasi.Faktor inilah yang menentukan keberhasilan suatu industri.Apakah industri tersebut dekat dan mudah untuk memperoleh bahan mentah/baku,apakah mudah memperoleh tenaga kerja,bagaimana biaya angkutnya,pemasarannya,danlain-lain.Selain itu,terdapat juga faktor lain yang mempelajari kegiatan industri,seperti iklim,kebijaksanaan pemerintah atau ketersediaan energi yang ada.

1.Syarat berdirinya suatu industri

Secara umum,syarat berdirinya suatu industri,antara lain :
  • Tersedianya bahan mentah (batu) dan sumber energi (alam/manusia)
  • Tersedianya tenaga kerja,baik tenaga bidang produksi maupun tenaga ahli untuk dapat mengolah sumber-sumber alam
  • Tersedianya modal usaha dan jaringan transportasi serta komunikasi yang baik
  • Tersedianya pasar (konsumen) baik dalam maupun luar negara
  • Menejemen yang baik dalam melancarkan serta mengatur segala sesuatu dan juga diperlukan kemauan kerja keras dari masyarakat
  • Stabilitas politik dengan keamanan yang baik dan mantap
Selain syarat-syarat diatas,jika kita akan membangun sebuah perindustrian,agar beberapa hal yang perlu di pertimbangkan dalam menentukan lokasi industri,yaitu :
  • Letak lokasi industri harus jauh dari permukiman penduduk agar tidak menimbulkan bahaya pencemaran bagi masarakat
  • Letak industri dekat dengan jalan raya atau rel kereta api guna memudahkan transportasi dan distribusi hasil industri
  • Letak industri harus dekat dengan sumber air dan sumber tenaga lainnya  

2.Teori lokasi industri

Teori lokasi industri muncul sebagai dasar dalam menempatkan satu lokasi yang terbaik untuk kegiatan industri secara ekonomis teori-teori diantaranya :

a. Teori lokasi industri oleh webber 

Teorinya terkenal dengan teori "least coast location".Beliau mengemukakan bahwa lokasi industri yang tepat ditempatkan di tempat yang biayanya paling minimal. 

b.Teori lokasi industri optimal oleh losch

Teorinya didasarkan pada permintaan (demand).Menurutnya,lokasi optimal dari suatu industri adalah lokasi yang dapat menguasai wilayah pemasaran yang terluas.

c.Teori analisis wilayah pasar dan hotelling 

Teori ini dilakukan dengan menganalisis strategi lokasi dua industri yang bersaing wilayah pasar. Menurutnya,elastisitas permintaan akan mendorong di fungsi industri.

d.Teori pendekatan prilaku menurut freud

Teori pendektan freud menitik beratkan pada penempatan lokasi industri ditentukan oleh prilaku pengambilan keputusan tentang lokasi industri antara "pebisnis" dengan pengetahuan terbatas,dan memiliki kecakapan atau keterampilan yang tinggi dengan orang yang memiliki pengetahuan yang luas tentang industri tetapi memiliki kecakapan terbatas.

3.Orientasi industri

Berikut ini akan kita bahas mengenai orientasi industri atau penentuan lokasi suatu pabrik yang berorientasi khusus pada salah satu sarat berdirinya suatu industri.Dibawah ini,kita dapat membedakan orientasi lokasi industri berdasarkan bahan baku,tenaga kerja,pasar,daya angkut,modal,teknologi,peraturan,dan lingkungan.

a. Orientasi lokasi bahan baku

Faktor bahan baku sangat memengaruhi penentuan letak lokasi industri.Dengan pertimbangan,terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh jika letak industridekat dengan sumber bahan baku.Industri yang berorientasi pada bahan baku biasanya mempertimbangkan faktor atau sarat-sarat dibawah ini :

  • Bahan baku yang digunakan mudah rusak
  • Pengakuan barang jadi lebih murah akibat dari faktor jarak yang menguntungkan 
  • Bahan baku yang digunakan cukup berat dan lebih berat daripada produk yang dihasilkan.
Contoh industri yang berorientasi pada lokasi bahan baku,antara lain :


  • industri semen gersik,dibangun di kota Gersik Jawa timur karna terdapat bahan baku semen,yaitu kapur.Kemudian,industri semen di Padalarang Jawa barat yang dekat dengan perbukitan batu kapur di Padalarang

  • Industri susu SGM dibangun di kota Jogjakarta dan Boyolali karna di kota tersebut terdapat banyak peternak sapi perah
  • Industri pertambangan emas dan minyak bumi dibangun di tempat terdapatnya penggalian,pengeboran batuan emas,dan minyak bumi.
b. Orientasi tenaga kerja 

Industri yang berorientasi pada tenaga kerja biasanya mempertimbangkan faktor upah pekerja karna biasanya usaha di bidang industri menginginka biaya untuk tenaga kerja atau buruh tidak terlalu besar (upah relatif murah) disertai oleh kemampuan pekerja yang siap kerja.Kriteria-kriteria yang berhubungan dengan tenaga kerja ini,diantaranya :
  1. Lokasi yang berpotensi pada ketersedian tenaga kerja 
  2. Usia dan jenis kelamin tenaga kerja 
  3. Kualitas tenaga kerja 
  4. Upah kerja
  5. Undang-undang ketenaga-kerjaan
Contoh industri yang berorientasi pada lokasi tenaga kerja,antara lain :
  1. Industri garmen atau tekstil,biasanya terdapat di kota-kota besar seperti Jakarta,Bandung,Semarang,Surabaya.Contoh industri yang terdapat di Bandung selatan (Majalaya,Rancaekek,Banjaran,dan Palasari)
  2. Industri rokok kretek (Kudus)
  3. Industri sepatu di Bandung,Jakarta,dan Surabaya
  4. Industri mebel di Jepara,batik keris di Solo
c. Orientasi lokasi di daerah pemasaran

Jenis industri di lokasi ini biasanya mempunyai ciri-ciri hasil produksinya mudah rusak,hasil produksinya mengalami perubahan yang cukup cepat serta sifat teknologi dan sifat gengsi (konsumen) lebih di pentingkan.Misalnya,lokasi dekat pasar besar di pusat kota lebih mahal dibandingkan dengan pasar kecil di pinggiran kota.Contohnya,industri barang pecah belah dan industri konveksi.


d. Orientasi pada biaya angkutan

Industri yang berlokasikan pada orientasi biaya angkutan,biasanya terdapat di daerah-daerah yamemiliki kelancaran transportasiyang cukup baik.Artinya kondisi distribusi barang masuk ataupun keluar lancar seperti lancarnya pengangkutan bahan-bahan dalam industri sampai pada  pemasaran hasil industri.Jadi terdapat hubungan antara kondisi transportasi dan biaya angkut.
Transportasi yang lancar dapat menekan biaya produksi.selain keempat faktor geografi tersebut,penentuan lokasi industrijuga dipengaruhi oleh faktor-faktor nongeografis dia antaranya :

1.) Modal

Modal merupakan faktor yang sngat penting dalam pembangunan industri.Modal merupakan langkah awal dalam kegiatan rancang bangun dan modal berkaitan erat dengan kebijakan pemerintah dalam hal kerja sama dengan negara-negara lain dalam hal permodalan.Biasanya,bentuk kerja samanya dalam bentuk joint venture ketika modal-modal yang berasal dari luar negri atau bangsa asing diberi kesempatan untuk mendirikan industri di dalam negri.

2.)Teknologi

Teknologi juga erat kaitannya dengan faktor modal,semakin besar modal biasanya semakin tinggi teknologi yang digunakan dalam pengolahan bahan atau barang-barang industri.Selain itu,pengguna teknologi yang masih kurang sangat memengaruhi hasil produksi yang dihasilkan.Contohnya,penguasaan teknologi antara tenaga kerja indonesia dan tenaga kerja negara jepang.

3.)Kebijakan pemerintah 

Kebijakan pemerintah sangat menunjang dalam kelancaran iklim usaha dalam kegiatan industri.Penentuan lokasi perindustrian juga biasanya ditentukan oleh pemerintah bahkan dari segi pengolahan yang bersifat ekstern masih diawasi oleh pemerintah seperti UU pengolahan limbah,UMR,Jamsostek,dan lain-lain yang berhubungan dengan kesejahteraan pekerja.
Dalam menjamin kesejahteraan pekerja,pemerintah mengadakan kebijakan dalam perlingkungan tenaga kerja industri,seperti :
  • adanya kesepakatan kerja bersama (KKB) dan perjanjian perburuhan antara tenaga kerja dan pengusaha
  • Pembentukan dewan keselamatan kerja dengan anggota SPSI (serikat pekerja seluruh indonesia),pemerintah dan kodim,adanya penyediaan sarana perumahan,progam bekerja sambil belajar,pengujian lingkungan kerja
  • Pengaturan pengupahan
  • Adanya jaminan sosial bagi pekerja seperti asuransi tenaga kerja (ASTEK) dan tabungan hari tua
4.)Lingkungan

Faktor ini berkaitan dengan pertimbangan bahwa letak lokasi industri sebaiknya jauh dari pemukiman penduduk agar tidak menimbulkan pencemaran(suara,tanah,udara,ataupun air)